"Ga pacaran namanya kalau ga ciuman sama pelukan." Ucapan Eva terngiang-ngiang di kepalaku. Apa memang benar? Aku masih ingat kerlingan nakalnya kepadaku saat dia mengatakan hal itu ketika kami duduk bersama di teras rumahku. Dan kemudian dia memaksaku mengatakan kalau aku sudah pernah melakukannya. Terang saja aku mengatakan tidak pernah, walau dia terus mendesakku karena memang aku tidak pernah melakukannya. Aku benar tidak pernah melakukannya, melakukannya dengan Ryan, hal itu tidak pernah terjadi. Pikiranku melandas pada wajah pacar pertamaku itu. Dia adalah seorang lelaki yang manis dan baik hati. Dia juga seorang cowok yang bertanggung jawab. Walau temannya sering merendahkan kepribadiannya, mengatakan dia terlampau baik, ataupun naif, Aku yakin Ryan benar-benar akan memegang kepribadiannya itu. Dia baik, makanya dia tidak pernah memeluk ataupun menciumku. Bukan karena dia seorang pecundang, tapi dia memang benar-benar menjaga pe...
Komentar
Posting Komentar